Tidak seperti biasanya. Gue bersemangat untuk kuliner di sekitaran kampus pada saat itu. Mungkin karena rasa lapar yang sudah terlalu menggebu-gebu. Yah, Gue ini cuma mahluk yang mudah lapar sehabis kuliah.
Kemudian, gue liat nama jenis makanan Jepang yang nggak aneh lagi di Bandung. Ramen.
Yaki Ramen Cafe. Yang pastinya menonjolkan mi khas jepang. Ketika melihat dari luar, Yaki Ramen ini tidak mempunyai lokasi yang tidak besar, namun mudah dicari karena lokasi yang dipinggir jalan. Gue Kesana bareng Lukas dan Daud, temen se-kelas di kampus. Mereka jomblo, loh. Siapa tau ada yang mau.
Score: 3.5/5 untuk:
-pelayanan ramah
-tempat nyaman
-menu yang banyak dan bervariasi
Katanya, keliling dunia nggak harus mahal. Kita cukup ngerasain kulinernya aja. Tapi, biasanya jarang (atau gue yang nggak tau) restoran yang menyediakan menu yang bervariasi dan berasal dari berbagai macam negara. Kebetulan, di twitter gue mengikuti beberapa akun kuliner yang ada di Bandung. Gue sendiri mengikuti salah satu akun restoran yang menarik, untuk direncakan kesana kapan-kapan hahaha. Iya, gue tau perut ini kadang nggak bisa dikendaliin, pasti jajan terus.
Beberapa hari lalu, gue dan 'sebut saja' Datin sudah janjian untuk bermain. Lebih tepatnya makan, sih. Kami memutuskan ke Jalan Karapitan no. 45A untuk mampir ke Rumah Lezat Simplisio. Disana nggak perlu khawatir ada menu makanan apa aja, karena di restoran ini banyak banget menu dari berbagai macam negara. Kayaknya seperti keliling dunia menggunakan lidah. Hahaha
Kami sendiri sempat kebingungan untuk milih makanan, karena jumlah menu yang benar-benar banyak. mungkin setengah jam kami memilih menu. Pantas saja pelayan memberi tahu untuk menekan bel yang telah disediakan untuk memanggil pelayan kembali untuk menulis pesanan makanan. Karena di lantai bawah sepertinya kurang mantap, Kami memilih duduk di lantai 2.
Kembali berlatih dengan photosop. Ceritanya monster ini penghuni hutan. Berasal dari fosil pohon besar. Mungkin sebuah evolusi dari Yellow Little. Maafkan saya yang akhir-akhir ini terlalu fokus ke coloring. Untuk selanjutnya saya harus memikirkan hal lainnya.
Para pemburu kuliner mungkin sesekali butuh nekad untuk berusaha jajan. Buktinya, Gue, +Rizky Noorrahmi dan +Dita Khusnul Khotimah datang ke acara Localicious 2013 di Kota Baru bertepatan dengan tanggal di akhir bulan. Kami bela-belain datang untuk acara ini. Um.. karena baru lihat papan bilboard juga, sih. Pagi-Pagi abis olahraga terus pulang pasti lewat pasteur. Ada bilboard gede terpampang jelas. Sepintas, terlihat jelas chef-chef yang terkenal ada di acara itu. Yang lebih menarik ya pasti kulinernya, bermacam-macam. Acaranya itu di Padalarang. Terus, memang tanggal 27 dan 28 saja acara ini berlangsung. Tepat hari ini. Untung aja +Rizky Noorrahmi tau jalan, jadi ya kami memutuskan untuk ikut ambil porsi dalam acara tersebut.
Belakangan ini sibuk cari cara untuk mempelajari cara digital painting di photoshop. Digital Painting di Photoshop ini buat gue cukup susah. Sebelumnya, gue lebih terbiasa dengan Paintool SAI.
Tapi sejak dua hari kemarin, rasa penasaran gue mungkin pada saat puncaknya. Gue nyoba untuk ambil resiko, biarin hasilnya jelek. Ternyata pas sudah dicoba justru asyik.
Dan hasilnya seperti ini.
klik untuk memperbesar
Nyoba gambar pemandangan supaya terbiasa. Brush yang terus diulang-ulang tapi cenderung kasar ._.
Sesungguhnya gambar ini terinspirasi dari gambar Paper Captain yang cowo dengan cewe berduaan di batang pohon.