Banyak yang mencela, banyak pula yang mendukung, memandang sebagai hak maupun kewajiban.
And there is it, poster untuk memaparkan apa itu golongan putih (golput), dan sedikit fakta yang ada.
Di Indonesia, golongan putih atau pemilih
yang tidak menggunakan hak pilihnya masih masif ditemui di mana saja.
Kesenian Reak dari tanah Sunda sudah ada sejak 1930,
Mempunyai unsur mistis yang melibatkan
arwah yang biasanya merasuki Kuda Lumping.
Kegiatan ini dilengkapi dengan tari-tarian dan pencak silat
Pernikahan, Khitanan, Pemilihan kepala desa, biasanya
dilengkapi kegiatan Reak Kuda Lumping di daerah Sumedang.
Namun sayang, saat itu ada segerombolan Bandit
kampung yang mengganggu.
Semua nya mati, Kecuali Aditya, Yang dibiarkan hidup oleh
semesta.
Malang nasibnya.
10 tahun kemudian, Aditya mencari para bandit bedebah itu,
dan membalaskan kematian keluarga juga para penduduk desa.
Karena Ia memiliki keberanian dan tekad yang kuat, serta senjata yang diwariskan oleh ayahnya yang diwariskan dengan ritual mandi.
Karakter
Aditya
seorang anak yang dikarunai kekuatan dari arwah kuda lumping yang diturunkan berkat ritual yang dilakukan oleh ayahnya. Keluarganya dibunuh oleh Bandit Tulang Merah, dan Adit ingin membalaskan dendamnya pada Bandit.
Kekuatan: Tenaga dalam, Kecepatan 50 kali kuda. Beling Beliung.
Senjata: Pecut
Kelemahan: Air.
Usia: 18
Asal: Sumedang
Hobi: Berlari
Sifat: Ceria, Emosi tinggi
Badrudin
emimpin Bandit Tulang Merah. Ia tersangka utama pembunuhan keluarga Adit, dan merupakan penjahat kelas atas di kampungnya. Baju pangsi abu menjadi ciri khas nya.
Makanan itu identik dengan sebuah rasa. Benar nggak, sih? Sesering-seringnya manusia berbohong, sesuka-sukanya orang mengumpat kesana-kemari, kalau makanan udah masuk daerah kekuasaan lidah, cita rasa manis, asin, asam, dan bahkan pahit aja nggak bisa dibohongin. Kecuali kamu lagi sakit.
Makanan manis, sudah biasa. Asin dan asam itu punya kenikmatan sendiri, apalagi dimakan sambil merem-melek. Pahit? Ada kopi pahit, teh pahit, dan pare? Walaupun banyak yang benci, ternyata pahit itu lebih banyak fanboy-nya. Ada makanan pahit lagi selain itu? Ada. Namanya emping. Mahakarya makanan yang (setengah) pahit yang berasal dari melinjo yang biasa kamu temukan di sayur asam. Emping ini bisa disebut mutan-nya melinjo, punya beda sifat karena digoreng, dan bentuknya jadi pipih kempis. Kalau di kehidupan sehari-hari, di beberapa daerah Emping merupakan teman makan wajib bagi bubur, gado-gado, ketoprak, bahkan teman setia opor ketika Lebaran tiba. Dilumuri kuah opor, Emping nya tenggelam menjadi lembut-lembut crunchy. Untuk para orang tua yang suka melancong ke berbagai tempat, pasti ada beberapa daerah yang memproduksi emping sebagai oleh-olehnya.
Bagi para anak muda kece yang suka bergaul, mungkin emping kurang disegani. Abis old-school gitu, Tipis, polos nggak berwarna, udah begitu ya pahit. Kan anak muda itu doyannya ekplorasi, ceria, dan berwarna. Kalau anak muda nongkrong sambil ngegigit emping, ya luntur nggak kelihatan kece lagi. Untungnya ya dunia itu terus berputar, kekuatan dinasti itu bisa runtuh, harga cilok itu bisa naik selama manusia hidup. Lalu emping pun bisa bermutasi kedua kalinya dengan munculnya produk emping berbagai macam rasa dengan nama Kepikat.
Dari kelihatannya sih udah lumayan kekinian banget, lah ya. Ada gambar anak mudanya. Tipikal kita-kita yang masih muda gitu, ceria dan masih belum kenal lepehan dunia. Dengan warna oranye dan coklat lumer, packagingnya cukup meyakinkan kalau ini produk makanan. Di dalamnya berisi 100 gram emping yang punya beberapa pilihan rasa yaitu vanilla oreo, green tea, strawberry oreo, dan chocolate premium (nggak tahu deh yang pertamax gimana). Dari fun fact atau manfaat Kepikat atau kenyataan pahitnya emping sih, produk ini mengandung antioksidan dari melinjo yang menangkal radikal bebas, mengurangi badmood, dan ini nih yang paling penting bagi yang mau hidup abadi, memperlambat penuaan dini.
Jadi tenang aja, buat kamu yang dandannya udah mirip tante-tante, dengan makan Kepikat kamu bisa kelihatan lebih manis.
Dari keempat rasa yang ada, saya sudah merasakan tiga, tanpa merasakan strawberry oreo. Kan sedih. Rasanya? Hmm gimana ya, kayak kamu menempuh perjalanan berlumpur ke suatu tujuan dan bahagia mendapat ketenangan di bagian akhir. Mungkin untuk sebagian orang itu kejutan. Soalnya, tumpukan bubuk rasa dari emping nya itu tebal, menggumpal dan beberapa bagian dan manis, sangat-sangat manis. Membuat kamu lupa bahwa dibalik semuanya, ini adalah sebuah emping. Bahkan ketika menggigit bagian dari empingnya dan membuatnya terbelah, menjadi hancur dan menjadi remah yang mengalir di lidah, rasa manisnya tidak hilang. Yang menarik di sini adalah aftertaste-nya, sensasi pahit akan timbul setelah kamu memakan bagian dari kepikat sampai habis. Terkadang mengejutkan.
ini foto Kepikat rasa Vanilla, rasa chocolate lebih jreng dan green tea hejo banget, guys.
Kepikat ini ada kekurangannya? O jelas! kurang banyak! haha. bukan ding. Saya sebenarnya sempat bingung untuk membelinya di mana. Ini saja tiba-tiba ditawarin adik ada produk yang nggak biasa. Harganya? 17 ribuan saja. 17 ribu untuk merasakan tahta emping menjadi cemilan manis. Setelah kepo di internet, saya menemukan akun empu yang jualanya dengan alamat instagram @7premium_store. Tenang saja, sepertinya akun itu memang asli, bukan akun yang suka mengomentari post instagram kamu dengan promo yang bertebaran. Siapa tau kalau kamu lagi nganggur bisa sambil ngemil emping, atau kalau mampir ke kota Serang yang menghangatkan ini, kalian bisa mencoba produk olahan emping-nya anak muda ini.
Makan Kepikat ini rasanya unik. Mungkin karena makanan lain jarang mengangkat makanan pahit, apalagi yang di package menjadi makanan kekinian. Kalau orang tua suka membeli oleh-oleh gaya old-school dengan empingnya di pasar, mungkin anak muda yang ikut nebeng di mobil orang tuanya bisa membeli kepikat sebagai oleh-oleh bagi bro-sis nya. Untuk saya yang suka makan olahan melinjo yang kerjaannya mengemil dengan aliran mengoleskan kecap ke emping atau sekte merendam habis emping dengan kuah opor ayam, saya menyukai kepikat ini dengan bahagia. Makanan tradisional yang biasanya menjadi teman makan, bisa menjadi makanan utama sebagai cemilan yang keberadaannya sempurna, sejajar dengan tahta oreo dan kemeriahan green tea saat ini.
Semua hal menjadi menyenangkan kita menjadi besar. Big Mac, Es teh manis jumbo, Kado yang besar, Apa pun. Hal besar itu nyata terlihat lebih baik dari hal lainnya. Purefecto. Tapi kalau semuanya besar dan selalu membesar, manusia tidak akan pernah puas dengan semua hal. Let’s call it rakus or maruk. Lalu ada sebuah kata sakti mandraguna yaitu ‘cukup’. Sebuah kata ajaib yang membuat manusia bisa bersyukur kalau semua itu nggak perlu berlebihan, tidak terkecuali menggunakan telepon genggam, hape yang ada di tangan kamu saat ini.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, semua hape berlomba menjadi yang terhebat, terbesar, terkencang, dan ter-ter-ter lainnya. Mengingat sebuah kelebihan adalah hal bisa dibanggakan, prestisius. Bagaimana jika kamu butuh sebuah gadget dengan hiburan yang mutlak, kemampuan navigasi yang gesit, dan tampilan yang menjadi hal wajib hadir, tapi dompet kamu tidak pernah cukup untuk meraih semuanya dalam suatu hape karena ongkos gengsinya yang terlalu mahal. Saya butuh hape yang performa nya bagus, tapi tampilannya juga nggak boleh jelek. Biasanya kalau banyak kepenginnya sih cuma ada hape yang mahal-mahal selangit dua langit. Tapi semesta tidak pernah kehabisan akalnya untuk memberikanmu pilihan. Berkat internet cepat, masih bisa browsing sana-sini buat nyari tipe hape idaman. Untungnya, masih ada sebuah hape yang serba wah tapi harganya agak miring, cukup untuk semuanya. Hape itu dipanggil Xiaomi Mi 5. Saya telah menggunakan hape ini dalam jangka waktu hampir satu bulan.
Xiaomi Mi5 – Kesan Pertama?
Seperti menggenggam remote tv yang ringan, serta menahan sebuah sabun yang ingin selalu jatuh ke permukaan lantai, yang sayangnya bahan dari sabun itu adalah sebuah kaca yang bisa membantu kamu untuk mengaca. Yes, hape ini licin, ringan, dan bisa dibuat mengaca yang tingkat kecerahannya diturunkan hingga 5%. Xiaomi Mi5 ini terlihat cantik, just like her nickname, Gemini. Ia mempunyai hati yang mirip seperti Samsung S7, LG G5, dan inti Snapdragon 820 lainnya. Namun mempunyai kepribadian yang lebih anggun. Saya bisa memandangi permukaan kaca hape ini terus-menrus sampai bosan. Desain henpon ini sudah mulai matang. Melihat Xiaomi yang konsisten menggunakan desain melengkung di sisi belakang, Mengikuti desain Xiaomi Mi Note terdahulu. Ya walau yang bikin malas adalah tampilan home button yang Samsung banget.
Ukuran layar yang 5 inci dan sisi yang tipis dan bagian belakang yang melengkung membuatnya nyaman digenggam berlama-lama tanpa beban. Siapa bilang layar besar itu selalu sempurna? Saya dahulu memang menggunakan hape berukuran 5.5 inci. Tangan saya besar, tapi tidak cukup panjang untuk selalu meraih setiap sudut dari hape. Akhirnya saya menyerah dan lebih memilih downgrade ke ukuran Xiaomi Mi5 yang cukup, namun masih bisa menikmati hiburan seperti bermain game, menonton Video, dan juga menikmati VR dengan google cardboard. Hape layar besar itu bikin cepat pegal dan ngebuat malas untuk memegang hape lama-lama. Resolusi Full HD. Nggak QHD yang lagi tren saat ini? dengan resolusi yang Full HD pun saya sudah merasa cukup (FYI, dahulu saya menggunakan layar QHD di LG G3, Tapi boros baterai. kzl). Untuk daya tahan baterai, gadget ini dapat bertahan selama 4 jam pemakaian intensif. Itu pun tergantung versi MIUI yang kamu gunakan. Pertama, untuk MIUI versi modifikasi distributor hampir kuat 5 jam.
Perfomance
For your information, saya bukan gamer kelas berat. Xiaomi Mi5 yang saya gunakan mempunyai 8 game yang sebagian besar hanya game santai. Casual to the max. Install game semaunya, memainkannya kapan tahun, entahlah. Saya pikir untuk kebutuhan review ini, saya harus install game Warhammer Freeblade yang menggunakan sedikit kemampuan grafis. Hasilnya? setelah digunakan beberapa kali tidak ada kendala sama sekali. Perang bertubi-tubi, nggak masalah. Tidak ada rasa panas di bagian belakang, aman nyaman sentosa.
Dalam hal menyimpan kenangan, hape ini rasanya cukup pantas untuk dilirik. 16 MP kamera belakang yang saya sudah coba berkali-kali. Menyimpan momen siang dan malam. Kalau siang, jangan ditanya, mantap deh pokoknya. Kalau malam, ya biasa-biasa saja. Malah banyak noise kalau memang minim cahaya. Satu-satunya hal yang terpaksa kamu bisa lakukan adalah dengan mode manualnya dengan long exposure 32 detik jika kamu suka mencoba hal baru dalam fotografi di hape (dalam mode Manual). Tapi jika kamu sudah puas dengan filter yang mirip iphone dengan permainan tone warna, kamu hanya perlu mode otomatis.
Hasil Kamera
Banyak hal remeh tapi berguna dari Xiaomi Mi5 khususnya, atau antar muka MIUI yang biasa digunakan hape xiaomi pada umumnya. Seperti theme store yang memudahkan kamu mengganti tampilan hape menjadi kamu banget, apilkasi antivirus dan pembersih ala-ala yang terkadang berguna, Fingerprint yang menambah rasa aman kamu takut aja ada pencuri yang mau nyontek nomor gebetan atau mau lihat catatan kunci jawaban ujian kamu, jahil dengan tv tetangga dengan aplikasi remote TV.
I feel like warrior who can be everything but I have to train everyday. Procesor sudah ganas, RAM sudah pantas. Kamu punya kekuatan mirip seperti kesatria legenda lainnya, tapi disisi lain hape ini adalah brand xiaomi yang sebenarnya masih pemula di dunia teknologi. Ada beberapa minor bug yang saya temui dalam tampilan antar muka MIUI pada Xiaomi Mi5 ini, seperti manajemen RAM yang masih kurang efektif. Perlu beberapa tweak. RAM lega, tapi terkadang pemakaian agak tersendat, ya walaupun sangat jarang sekali. Apalagi kalau membeli dengan garansi distributor tidak resmi (seperti yang saya beli), Versi OS yang kamu gunakan adalah versi yang telah dimodifikasi, yang tentunya tidak bisa di update secara berkala melalui server resmi Xiaomi. Bila kamu memilih tetap pada versi OS yang dimodifikasi, nggak terlalu bermasalah dengan update, it’s okay. Teman-teman saya juga banyak yang tetap seperti itu dan baik-baik saja. Tapi jika kamu menyukai eksplorasi seperti saya, kamu bisa mengoprek Xiaomi Mi5 ini sesuka hati. Kalau mengalami kesulitsan. Kamu bisa ikut gabung dengan komunitas pengguna Henpon Xiaomi di Kaskus, Facebook, bahkan saling berkomunikasi dalam grup chat Line Messenger. Kamu bisa bertahan hidup dengan bantuan komunitas, sesama kesatria dan berlatih bersama mereka, or feel free ask me anything about this phone.
Is it enough? YES! Im in love with this phone.
Kenapa saya membeli Xiaomi Mi5:
Desain anggun
Processor ajib
Harga setengah tapi performance mirip dari henpon flagship merk lain
Oprekable
Kekurangan:
Material kaca (ON MEN IT’S SO RINGKIH)
Kamera hanya ‘cukup’
MIUI Still 'meh'
Kalau buku adalah sumber ilmu, mungkin rasanya pengin punya semua buku di dunia ini kamu miliki. Hebat nggak sih kalau pengetahuan di dunia ini ada di genggaman kita? Tapi kebayang nggak gimana modalnya untuk punya banyak buku kalau makan aja kita harus mikir dua kali. Belum lagi hidup cuma satu kali, sedangkan buku itu udah ada sebelum kita lahir bahkan sebelum kakek nenek kita merdeka pas tahun 1945. Jangankan buku, sih, melek huruf di Indonesia aja masih kurang maksimal. Menurut dosen saya sih, wajar karena generasi setelah kemerdakaan Indonesia masih orang-orang di generasi 3 sampai 4.
Untuk mencari sumber buku dari beberapa budaya di Indonesia itu cukup sulit. Nggak terkecuali budaya Sunda. Perpustakan di Bandung memang banyak, isi perpustakaan itu pun biasanya bermacam-macam, yang isinya bermacam-macam buku berbagai topik yang umum. Tapi kebayang nggak ada suatu perpustakaan yang membahas tentang berbagai macam tentang Sunda?
Itulah Perpustakaan Ajip Rosidi.
Kabarnya sih diresmikan tahun 2015. Perpustakaan ini didirikan oleh budayawan sekaligus sastrawan Ajip Rosidi yang merupakan tokoh yang peduli tentang kesundaan. Di sini ada berbagai macam buku mulai dari Sejarah, politik, agama, ekonomi, hukum, lingkungan, seni dan bermacam-macam deh pokoknya.
Karena kebetulan saya sedang mencari buku tentang kebudayaan Sunda, tanpa ragu saya langsung ke perpustakaan tersebut. Kalau kamu udah tamat keliling Bandung, pasti nggak akan kesulitan untuk mencari perpustakaan di Bandung ini. Letaknya di Jl. Garut nomor 2. Pokoknya dekat jalan-jalan yang isinya nama kota gitu deh, dekat jalan Jakarta. Gedung mempunyai 3 lantai, dan perpsutakaannya sendiri ada di lantai dua.
Ketika masuk ke dalam perpustakaan, kamu akan disambut dengan meja pegawai perpustakaan. Kalau kesulitan mencari buku yang kamu butuhkan, bisa tanya ke pegawai, atau langsung cari di katalog di komputer. Karena saya sendiri harus mencari satu-persatu buku dari seluruh rak yang ada. Kenapa? Karena belum ada index buku yang melengkapi setiap barisan buku yang ada. Butuh usaha yang sabar untuk mencari buku yang kamu butuhkan. Tapi untuk yang pertama datang seperti saya, pasti kamu bakal banyak melongo terkagum-kagum karena buset bukunya bermacam-macam banget jenisnya. Sebagai orang yang suka kurang fokus, saya selalu tertarik untuk melihat semua judul yang ada di perpustakaan Ajip Rosidi ini.
Buku La Galigo, Komik jadul, buku bahasa lain, sejarah musik korea (eh ini Kpop kan?).
Judulnya mulai dari yang memang Sunda banget, sampai ada yang bahasa belanda dan jepang. Gile, lama-lama bisa pintar ini kalau sering ke perpustakaan. Sebenarnya nggak harus heran juga sih ya, kan Indonesia pernah di jajan Belanda sama jepang. Jadi wajar kalau arsip budaya dengan bahasa yang ajaib. Sempat bingung juga kalau nemu buku yang tulisannya bahasa sunda yang hanacaraka yang rasanya bahasa tingkat tinggi begitu. Menuju bagian bawah-bawah ada majalah Mangle dari jadul sampe sekarang, terus ada… komik-komik jadul, dong. Yang gaya gambarnya mirip komik siksa neraka pas zaman saya SD pun ada. Ada hikmahnya juga baca semua judul buku yang ada karena tidak ada index yang baleg.
Nggak semua juga berhubungan dengan Sunda. Ada yang seputar Indonesia, macam La Galigo. Komik jadul juga banyak, untuk kamu yang memang penasaran bagaima komik di Indonesia, atau bahkan kamu jago bahasa jepang, belanda atau lainnya, kamu bisa menguji skill kamu. Untuk yang doyan Kpop, mungkin kamu harus tahu sejarah musik korea itu bagaimana agar kamu menjadi umat Kpop yang hakiki.
Banyak sekali yang membuat saya tertarik. Buku-bukunya beragam. Malah, banyak buku yang belum terpajang. Karena ketika saya di sana, para pegawai sedang merapikan banyak sekali tumpukan buku yang ada di lantai, banyak kardus besar berisi buku. Nggak menutup kemungkinan perpustakaan ini akan semakin baik karena koleksinya yang banyak. Kalau kamu tertarik dengan beragam macam budaya Sunda dan kamu sedang mencari berbagai macam buku tentang Sunda, kamu nggak boleh melewatkan Perpustakaan Ajip Rosidi. Banyak buku yang bagus, banyak ilmu yang bisa kamu sedot sepuasnya. Jadi, tanpa mempunyai banyak buku pun, kamu bisa (merasa) memiliki banyak buku dan ilmu jika kamu sering-sering ke perpustakaan.
Lokasi: Jalan Garut nomor 2, Bandung.
Jam buka: Office Hour
Ps:
- Kalau mau meminjam, kamu harus membuat kartu anggota dahulu.
- Siapkan waktu yang banyak, karea index buku belum rapih, banyak buku menarik.