Manusia Topeng Ungu

  • Minggu, November 16, 2014
  • By Reza Kurniawan
  • 0 Comments




Manusia Topeng Ungu [ Tongu] adalah kesatria yang terbelenggu kehadiran dirinya sendiri. Mari kita sebut kesatria karena dia menganggap dirinya sendiri peran utama dalam hidupnya. Ya, hidupnya sendiri, termasuk kalian sendiri menganggap hidup kalian yang kalian jalani masing-masing. Punya peran masing masing, peran favorit tersendiri. Pahlawan, penjahat, pemburu, perawat. Entah apa yang selanjutnya jari jemari ini tulis. Siapa yang tahu?

Tongu memanggil dirinya sendiri penyihir,
Topeng misterius jaitan tangan mungil nya sendiri membuat ia tampak mempunyai identitas yang tidak bisa ditebak, namun itu jika dilihat dari luar. 


Ia selalu tampak kesakitan karena setiap hari diikat rantai kehidupan  tiada akhir. lemas karena ia mengawali dengan penyesalannya tanpa ujung, tanpa memberi solusi yang baik bagi akal sehatnya sendiri. Semula, ia hanya bisa mengganggap semuanya suatu kegagalan dari kebaikan. Semuanya ia anggap negatif, energi hitam yang dapat menelan siapapun ke dalam lubang hitam kejahatan. Gelap. 
Padahal, dia sendiri yang meracuni diri sendiri. Bagaimana tidak? Ia terus menerus menerangi pikirannya dengan hal hal yang ia anggap buruk, tanpa menyeimbanginya dengan hal yang Ia suka?
Mungkin Ia lupa untuk bersyukur bahwa hidup juga perlu keseimbangan.
Bahkan, Ia sendiri yang akhirnya berubah jadi bagian dari kegelapan.
Kasihan Tongu.



Di hari lain nya, Tongu hanya bisa marah karena dirinya terpaksa mengikuti jalan hidup yang ada. Tampak emosi meletup-letup bak penggorengan yang tercampur air segar. Marah namun terkekang di sangkar, Tanpa tipu daya, tanpa suplemen yang bisa menggerakkan keadaan? 
Mengeluh saja tidak akan mendapat akhir yang menyenangkan, iya toh?

Tongu, Tongu, kasihan kamu.

Bahkan detak hidup singkat yang ia kontrak dari sang penciptanya pun ia gunakan secara sembarangan. dibuang sia sia di tempat pembuangan sampah pinggir jalan. Tidak berguna dan nampak menjijikan, menghalangi pengelihatan mahluk lain. membuat tercemarnya lingkungan. Sampah lingkungan. 

Tongu harus bangkit dari penyesalan yang itu itu saja. 
Tiga juta lima ratus hitungan koin per jam pun sungguh melelahkan mata, bagaimana menghitung kesalahan yang sama panjangnya dengan umur Tongu sendiri membuat semuanya selesai?


Tongu harus bangkit.
Tongu harus menjadi energi positif.
Tongu harus punya kebaikan.
Tongu harus bisa.

Ia mencoba memikirkan hal baik. Terus memikirkannya hingga ia mabuk.
Mengingat hal buruk mudah, namun hal baik itu sulit, bahkan, sesekali menjadi persepsi yang salah. diputar balik oleh logika perseorangan. Persepsi.

Tapi Tongu harus berusaha.
Itulah bagian penting dari kehidupannya.

Ia terus berusaha sampai titik panas energi tersalurkan ke seluruh penjuru pembuluh darah dan pompaan jantungnya begitu mantap.
Tongu terus berlatih setiap hari dengan energi panas positif.
Ia kembangkan dari energi yang kecil. Sangat kecil.
Lalu, menjadi besar, besar dan membesar.
Itulah proses.

Akhirnya kalian bisa membayangkan sendiri bagaimana kelanjutannya. Pikirkanlah bagaimana Tongu membuat suatu proses yang selanjutnya bisa Ia ukir dengan cara yang berbeda beda tiap kali ia berusaha.

Petualangan Tongu akhirnya dimulai kembali.


You Might Also Like

0 komentar

Berikan komentarmu dan kita bisa berdiskusi di sini!